Admin
Admin
Online
Halo 👋
Ada yang bisa dibantu?

Luluskan 16 Santri, Tiga Alumni PPTQ Haji Nur Abdullah Sukses Tembus Al-Azhar Kairo pada Haflah 2026

 



Pondok Pesantren Tahfizhul Quran (PPTQ) Haji Nur Abdullah mencatat sejarah baru melalui perhelatan Haflah dan pelepasan santri Madrasah Tsanawiyah (MTs) serta Madrasah Aliyah (MA) Kata Hati pada Ahad (26/04/2026). Mengusung tema besar "Teguh Menjaga Kalam-Nya, Tangguh Menebar Cahaya-Nya, Indah dalam Akhlaknya", acara yang berlangsung khidmat ini menjadi tonggak kebanggaan bagi seluruh civitas akademika di bawah naungan Yayasan Ibnu Abdil Aziz. Momen ini sekaligus menjadi bukti nyata kesuksesan pondok dalam mencetak generasi qurani yang unggul secara akademik dan spiritual.

Acara akbar ini dihadiri oleh jajaran tamu kehormatan dari berbagai elemen pemerintahan dan masyarakat. Tampak hadir perwakilan Bupati Agam, perwakilan Kemenag Kabupaten Agam, Camat Baso, Wali Nagari Kotobaru, Babinsa, serta Ketua Yayasan Ibnu Abdul Aziz, Dr. Suryawendri. Kehadiran para ninik mamak, tokoh agama, serta orang tua wali santri kelas 9 dan 12 turut menyempurnakan suasana kekeluargaan yang kental, menunjukkan betapa besarnya dukungan masyarakat terhadap eksistensi lembaga pendidikan ini di Nagari Kotobaru.

Dalam pidato puncaknya, Pimpinan Pondok, Ustadz Marva Edison, S.Ag., Gr., menyampaikan laporan kelulusan yang sangat membanggakan pada tahun keempat kelulusan jenjang MA ini. Dari total 16 santri yang diluluskan, sebanyak 3 orang berhasil menembus seleksi ketat dan diterima di Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir. Sebagian lulusan lainnya juga sukses melenggang ke berbagai Perguruan Tinggi Negeri terkemuka di Palembang, Padang, dan Bukittinggi, melampaui ekspektasi awal saat mereka pertama kali menginjakkan kaki di pesantren.

Ketua Panitia acara, Ustadz Muhammad Miftahul Huda, dalam laporannya turut membedah filosofi mendalam dari tema Haflah tahun ini. Ia menekankan bahwa predikat "tangguh menebar cahaya" berarti santri dididik bukan sekadar menjadi lilin yang menerangi diri sendiri lalu mati, melainkan harus menjadi mentari yang senantiasa memberi solusi di tengah umat. Ilmu yang didapat harus dibingkai dengan keindahan akhlak agar tidak melahirkan kesombongan intelektual di masa depan.

Dukungan penuh juga disampaikan oleh Ketua Yayasan Ibnu Abdul Aziz, Dr. Suryawendri, yang mengiringi sambutannya dengan bait-bait pantun bernuansa sukacita. Beliau mengingatkan para lulusan bahwa seremoni ini bukanlah sebuah garis akhir, melainkan garis awal untuk menghadapi tantangan dunia yang lebih luas. Ia berharap pondok pesantren yang kini menginjak usia 8 tahun tersebut terus berkembang pesat menjadi ikon kebanggaan pendidikan berkarakter.



Suasana haru yang menyelimuti aula sempat dicairkan oleh kehadiran Bapak H. Yunaldi, S.Ag., M.Pd., selaku perwakilan Kakan Kemenag Kabupaten Agam. Sebagai sahabat seperjuangan Ustadz Marva Edison sejak masa sekolah, beliau membuka sambutannya dengan gurauan ringan nan akrab tentang wilayah "Kota Baru". Kehadirannya tidak hanya mewakili institusi kementerian, tetapi juga memberikan dukungan moral secara personal kepada pimpinan pondok.

Melalui perhelatan Haflah 2026 ini, PPTQ Haji Nur Abdullah dan MTs/MA Kata Hati kembali menegaskan komitmennya di dunia pendidikan Islam. Sinergi antara pimpinan, tenaga pendidik, yayasan, dan dukungan penuh pemerintah daerah menjadi fondasi kokoh untuk terus melahirkan generasi Khairunnas anfa'uhum linnas—manusia terbaik yang paling banyak memberikan manfaat bagi sesama.

Berbagi

Posting Komentar